Upaya pemerintah melonggarkan kegiatan memberikan stimulus wisata

Upaya pemerintah melonggarkan kegiatan yang memberikan stimulus wisata – Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata China memprediksi 550 juta perjalanan domestik akan dilakukan pada kurun waktu tersebut. Sementara Ctrip, perjalanan online terbesar di China, bisa lebih dari 600 juta.

Prediksi itu tidak berlebihan, sebab kementerian mencatat dalam empat hari pertama festival jumah perjalan domestik telah mencapai 425 juta dengan total pendapatan pariwisata 312 miliar yuan atau sekitar US $ 45,8 miliar.

Sebagai perbandingan, sebelum virus corona merebak di Wuhan akhir 2019 lalu, jumlah perjalanam domestik pada libur panjang nasional itu mencapai 782 juta dan menghasilkan pendapatan hampir 650 miliar yuan atau sekitar US $ 95 miliar.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jakarta Krishandi bilang libur panjang akhir Oktober ini akan membuktikan apakah upaya pemerintah melonggarkan kegiatan ekonomi serta memberikan stimulus wisata akan berhasil atau sebaliknya dikutip barrons.com.

Senada dengan Tauhid, ia menilai kasus COVID-19 di Indonesia juga tidak pernah kembali melonjak karena rendahnya kedisiplinan masyarakat yang menjalankan protokol kesehatan tempat pariwisata. Ia berkaca pada libur panjang Agustus lalu ketika orang berbondong-bondong berwisata, meski kasus aktif COVID-19 masih tinggi.

“Ini akan jadi long weekend, dan pemerintah sebenarnya sudah ingatkan jangan jadikan hari libur panjang ini untuk liburan. Karena akhir Agustus kemarin, ada long weekend dua kali, itu kan tiba-tiba (tiba-tiba) naik kasusnya, makanya september di Jakarta melonjak dan PSBB ketat lagi karena alasan itu, terang dia.

Karena, menurut Krishandi, Indonesia tak bisa menyamai China yang dapat memanfaatkan pariwisatanya untuk menggerakan perekonomian di akhir tahun ini.

Satu-satunya yang bisa diandalkan sektor pariwisata, khususnya bisnis hotel dan restoran, saat masih bergantung pada kegiatan pertemuan yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Leave a Reply